Begitu banyak masalah yang mendera generasi kita. Mereka mudah galau, krisis identitas dan orientasi, hedonis, mudah terpengaruh. Ya, karena pendidikan membentuk mereka menjadi individu yang tidak dewasa mentalnya (aqil) dan tidak dewasa fisiknya (baligh). Mereka hanya tumbuh menjadi remaja yang dewasa secara fisik tapi tidak dewasa mentalnya. 

 

Banyak faktor yang mempengaruhi, selain pengaruh makanan juga karena sekarang adalah era liberal. Gaya hidup liberal itu bahkan disebarkan oleh media-media untuk melumpuhkan saraf berfikir dan identitas sejati mereka. Tak heran jika kemudian banyak generasi muda yang terpikat oleh gaya hidup liberal dan meninggalkan gaya hidup islam. Ajaibnya, sebelum baligh pun mereka sudah terpengaruh dan menampakkan gaya hidup liberal. Jadilah generasi muda kita, masih kecil tapi sudah pacaran, ngegame di warnet, mengkonsumsi narkoba, tawuran, bahkan berzina. 

 

Ayah Bunda, itulah sedikit potret buram generasi kita. Itulah tantangan kita dalam mendidik anak di era sekarang. Ayah Bunda, jangan merasa putus asa. Mari kita jawab tantangan itu. Sungguh,  jika hanya mengandalkan guru-guru di sekolah maka itu tidak cukup banyak membantu. Sedangkan kita Ayah Bunda kandungnya, tidak berperan sedikitpun. 

 

Ayah Bunda, mari kita jawab tantangan mendidik anak di era liberal ini. Bagaimana caranya? Kita harus mempunyai kemauan keras agar bisa faaqih fid diin. Paham akan Agama Allah. Maka Ayah Bunda harus belajar Islam yang kaffah, mengamalkannya dalam kehidupan, mengaplikasikan ilmunya dalam berkomunikasi dengan anak-anak, dan konsisten untuk mempelajari islam.  Dengan demikian akan tertancap keteladanan untuk anak-anak. 

 

Tantangan mendidik anak di era liberal, salah satunya adalah peran media yang menyebarkan nilai-nilai liberal. Tak heran jika banyak orang tua yang meniadakan TV di rumahnya. Untuk menjawab tantangan mendidik anak di era liberal ternyata tidak cukup hanya menjauhkan anak-anak dengan media. Akan tetapi kita harus mengajak mereka diskusi, menunjukan realita di luar, mengaitkan dengan pemahaman islamnya, serta menerjunkan mereka langsung ditengah-tengah masyarakat untuk mengubah kondisi masyarakat. 

 


Ayah Bunda, anak kita adalah anak ummat juga, anak calon pengisi peradaban Islam. Jangan surut langkah untuk mempersiapkan mereka kesana. Tentu saja juga menuntut kesiapan orang tua berproses sebagai teladan dan konsisten dengan cita-cita besar Islam.

 

Semoga Ayah Bunda bisa menjawab tantangan mendidik anak di era liberal.

Oleh: Tim Khoiru Ummah Pekanbaru