Siapakah anak kita? Seperti apakah kita memandangnya? Ternyata cara pandang orang tua terhadap anak sangat berpengaruh kepada bagaimana orang tua memperlakukan anak. Oleh karena itu orang tua perlu memiliki cara pandang yang benar agar benar juga ketika memperlakukan anak-anaknya. Cara pandang yang benar itu tentu saja bersumber dari islam.

 

Posisi anak dalam pandangan Islam adalah sebagai berikut.

1. Islam memandang bahwa anak yang juga merupakan manusia adalah makhluk Allah yang mulia. Firman Allah dalam QS al Isra:70, "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan".
Sudahkah kita memuliakan anak kita? Atau justru kita malah sering menjatuhkan mentalnya, memarahi, menghukum, membentaknya? Jadi mari muliakan anak kita karena ia adalah makhluk Allah yang paling mulia. 

 

2. Anak yang juga manusia, diciptakan Allah dengan sebaik-baik bentuk. Sebagaimana dikatakan Allah dalam  QS at Tin:4, "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya."

Anak adalah Makhluk yang terbaik. Kalau dititipi sesuatu yang sangat baik, Bagaimana kita memperlakukannya? Pasti kita memperlakukannya dengan sangat baik, kan? Tidak akan mencedarainya. Jadi perlakukan anak kita dengan sangat baik. Jangan lukai fisiknya apalagi perasaannya.

 

3. Sebagai Qurrata a'yun atau hiburan bagi  kedua orang tuanya. Anak itu ketika dipandang menyenangkan dan menggembirakan orang tuanya. Sebagai dikatakan dalam QS. Al Furqan:74, "Dan orang orang yang berkata: 'Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa'.

Mari  pandang anak dengan pandangan yang menyenangkan. Setiap kemajuan dan perkembangan anak, hargailah dan syukurilah. Fokus pada kelebihan anak. InsyaAllah akan kita dapati anak sebagai qurrota a'yun. 

 

4. Islam juga memandang bahwa anak yang notabene juga manusia telah diciptakan Allah dengan kadar tertentu. Seperti firman Allah dalam surat Al A'la: 2-3. "Yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya),  dan yang menentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk." Kadar inilah yang kemudian disebut potensi dasar. 
Apa saja potensi dasarnya? akal, kebutuhan jasmani, dan naluri. Kebutuhan jasmani misalnya anak memiliki rasa lapar, haus, dan mengantuk. Naluri ada 3 macam yaitu naluri beragama, berkasih sayang, dan mempertahankan eksistensi diri. Penting bagi orang tua untuk mengetahui hal ini. Agar bisa memperlakukan anak dengan tepat. 

 

Secara fitrahnya anak punya keinginan untuk disayangi, maka penuhi itu. Secara fitrahnya, anak punya naluri beragama. Maka kenalkan anak pada sang Pencipta. Secara fitrahnya, anak punya naluri mempertahankan diri maka wajar jika berebut mainan dengan saudaranya, marah ketika diganggu. Tinggal orang tua mengarahkan bagaimana memenuhi kebutuhan jasmani dan naluri dengan benar. 

Itulah cara pandang Islam terhadap anak. Seperti itu jugakah kita memandang anak-anak ?



Oleh: Tim Khoiru Ummah Pekanbaru