"Kenapa ya anakku kok kasar banget?"
"Bagaimana ya caranya agar anakku tidak suka memukul kawannya?"
"Anakku kok suka melempar barang ya?"

Seringkali kita sebagai orangtua mengeluhkan perihal anak kita. Kita merasa bahwa anak kitalah yang bermasalah dan menjadi sumber masalah. Pernahkah kita sebagai orang tua menanyakan pada diri sendiri? "Apa yang salah dalam diri saya sehingga anak saya susah diarahkan? Saya yang tidak bisa mendidik atau anak  yang tidak bisa dididik? Anak yang gagal diarahkan atau saya yang tidak bisa mengarahkan? 

Sesungguhnya setiap anak terlahir fitrah. Tidak ada anak yang bermasalah. Mungkin  cara kita mendidik anak itulah yang bermasalah. Kita sebagai orangtua minim ilmu mendidik anak sehingga menerapkan pola asuh yang salah. Para orangtua yang berhati mulia mari kita terus memperbaiki diri dan belajar menjadi orangtua betulan. Bukan orangtua yang kebetulan. 

Anak ibarat bongkahan batu permata di tangan orangtuanya. Para orangtua ibarat seniman yang akan membentuk bongkahan batu itu menjadi perhiasan yang begitu cantik dan berharga. Apakah sebagai orangtua kita mau belajar agar bisa mengasah batuan permata yang ada di tangan kita itu? Atau kita mengasahnya asal-asalan? Atau kita biarkan saja bongkahan batu permata itu?