Hubungan persaudaraan yang sebenarnya adalah ketika saudaramu sudah sama-sama berumah tangga. Akankah hubungan itu masih sama ketika masa kecil dahulu.

ketika bertengkar kemudian bermain bersama lagi.

Ketika ada yang mengganggumu. kemudian kau panggil kakakmu. lalu dengan badannya yang lebih besar dia membelamu karna kau adalah adiknya.

Atau ketika kamu membela adikmu yang memang bersalah demi sebuah kata karna dia adikku.

Ketika makanan yang dihidangkan ibumu dibagi bersama saudaramu, satu makan tempe maka semua tempe. tak ada yang dipilih kasih. satu makan telor maka dibagilah telornya jika hanya satu butir.

Atau ketika ayahmu pergi kondangan dan membawa satu tempat makanan maka pasti akan berebut makanan kesukaan, tapi pada akhirnya makan bersama dalam satu wadah.

Ah.... betapa akan sangat dirindukan hal-hal seperti itu. Akankah momen kebersamaan itu masih ada ketika kalian sudh berumah tangga ?

Ketika satu menjadi kaya yang lain hanya biasa saja.
ketika satu menjadi orang terhormat sementara yang lain hanya jadi rakyat biasa.
atau ketika yang satu telah menjadi sangatlah alim tapi yang lain masih mencari jati diri dan belum dibukakan hidayah.

Maka selayaknya saudara tetaplah saudara. dilahirkan dari ibu dan ayah yang sama, maka darah saudaramu juga sama denganmu. sudah sepatutnya saling mengingatkan, saling membantu, saling bergandengan tangan. karena sesungguhnya saudaramu jauh di lubuk hatinya akan juga mendoakan mu.

Ketika kau menjadi kaya. saudaramu tidak akan meminta hartamu tapi dengan bangga dia akan berkata pada semua orang "lihatlah...saudaraku sudah jadi orang kaya..!!"

Yang jadi ujian adalah ketika saudaramu terpuruk.... akankah kamu akan meninggalkannya atau melambaikan tanganmu utk merengkuhnya ?

Coba tanya hatimu sendiri.... Karena saudara bukan hanya perkara harta, bukan pula masalah yang bermartabat atau tidak bukan pula masalah siapa yang dekat pada Sang Pencipta atau tidak, tapi ini masalah hati