Orangtua jaman old menginginkan anaknya agar jenius seperti Albert Einstein, fisikawan dari Jerman yang menemukan teori relativitas khususnya energi kesetaraan massa. Kalau orangtua jaman now, sudah bergeser orientasinya. Ingin anaknya seperti Imam syafii. Harapannya, hafal seluruh isi alquran di usia 7 tahun. Sekarang adalah era kebangkitan para penghafal alquran. Mulai dari balita hingga yang tua berlomba-lomba menghafal alquran. Tahfizh adalah habits keluarga muslim penghafal alquran. Seiring dengan itu alat yang menunjang untuk tahfizh semakin diminati. Mulai dari yang murah hingga yang mahal. Sebaiknya kita pilih yang mana ya untuk anak tercinta? Bagi golongan aghniya alias tajir melintir, pasti tak masalah soal harga. Mau beli murottal dengan bentuk yang unyu-unyu misal bentuk boneka, tentu tak masalah. Bagi yang kondisi ekonominya pas-pasan, pas butuh pas ada, sebaiknya tak perlu memaksakan diri. Kita bisa menggunakan speaker kecil, ada yang harganya mulai 100ribuan. Tinggal colokin flashdisk yang diisi murottal. Kalau males beli speaker, bisa pakai hp. Tinggal unduh alquran android. Bisa disetting ayat berapa yang mau kita dengarkan secara berulang-ulang. Bahkan bisa unduh macam-macam irama semisal Mishary. Asal ada pulsa internet, insyaAllah bisa download.

Pada dasarnya, murottal itu hanya sebagai alat bantu. Ahsannya anak ditahfizh langsung dengan orangtuanya. Inilah ladang pahala bagi orangtuanya. Rasulullah saw bersabda, "sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari alquran dan mengajarkannya".

Murottal bisa dipakai setelah anak tahfizh bersama orangtuanya. Untuk lebih menguatkan hafalan yang baru saja diusahakan bersama orangtuanya.

Lha kalau orangtuanya tahsinnya belum bagus? Berarti ikut belajar tahsin. Sambil menunggu bagus tahsinnya, kita dengarkan murottalnya agar tahu bacaan benarnya seperti apa. Bisa juga dengan mentahfizh anak sambil murottal diputar juga.

Emang pentingkah bacaan yang didengar dan dilafadzkan anak itu benar? penting bingits. Anak gak sekadar hafal, tapi benar panjang pendeknya, dengungnya dapat, makhrojul hurufnya mantap, dsb. Karena kafur dengan kaafur itu beda arti sangat jauh. Kul dengan Qul juga beda artinya jauh kali. Maka gak sekadar hafal tapi benar melafadzkannya. Dan untuk mencapai semua kriteria itu, ketika tahfizh anak harus konsentrasi penuh. Kecil-kecil udah dilatih konsentrasi sedetail itu, nanti besarnya seperti apa ya? pasti luar biasa.

Memiliki anak penghafal alquran, insyaAllah bisa diwujudkan oleh siapa saja. Asal mau berusaha. Asal berani berbeda dengan keluarga kebanyakan dalam hal mengasuh anak. Tidak peduli kaya atau miskin, memiliki sarana yang bagus atau seadanya. InsyaAllah semua berpotensi menghafal alquran. Asal yakin dengan janjiNya bahwa Allah memudahkan Alquran bagi siapa saja yang ingin menghafalnya.

Hana Ummu Dzakiy
3/1/2018